Selasa, 15 Oktober 2013

Artikel, 17 AMALAN PELEBUR DOSA



Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hambaNya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sebagiannya lagi dalam Sunnah Rasululloh SAW. Diantaranya sebagai berikut :
1. Menyempurnakan Wudhu’ Dan Berjalan Ke Masjid
sebagaimana disampaikan Rasululloh SAW :
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
Artinya : “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat.” Mereka menjawab : “Iya wahai rasululloh. Beliau berkata : “menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah kemasjid serta menunggu sholat satu ke sholat yang lain, karena hal itu adalah ribath. (HR Muslim dan Al Tirmidzi).
Juga dalam sabda beliau yang lain :
إِذَا تَوَضَّأَ الرَّجُلُ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ لَا يُخْرِجُهُ أَوْ قَالَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا إِيَّاهَا لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
Artinya : “Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat sholat dengan niatan hanya untuk sholat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa.” (HR Al Tirmidzi).
2. Puasa Hari Arofah Dan Asyura’
dengan dalil :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Nabi SAW Bersabda : Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yangsebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu. (HR Al Tirmidzi dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no. 3853)
3. Beribadah Di Bulan Romadhon
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya : “Barang siapa yang menegakkan romadhon dengan iman dan semata-mata mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaihi).
4. Haji Yang Mabrur
dengan dalil :
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya “Barang siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka ia kembali suci seperti hari ibunya melahirkannya (HR Al Bukhori)
dan sabda beliau :
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya : “Haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan syurga. (HR Ahmad).
5. Memberikan Tenggang Waktu Pembayaran Hutang Orang Yang Sulit Membayar
dengan dalil :
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ أُتِيَ اللَّهُ بِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِهِ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَقَالَ لَهُ مَاذَا عَمِلْتَ فِي الدُّنْيَا قَالَ يَا رَبِّ آتَيْتَنِي مَالَكَ فَكُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ وَكَانَ مِنْ خُلُقِي الْجَوَازُ فَكُنْتُ أَتَيَسَّرُ عَلَى الْمُوسِرِ وَأُنْظِرُ الْمُعْسِرَ فَقَالَ اللَّهُ أَنَا أَحَقُّ بِذَا مِنْكَ تَجَاوَزُوا عَنْ عَبْدِي
Dari Hudzaifah beliau berkata : “Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta.” Maka Allah berkata kepadanya : “Apa yang kamu kerjakan di dunia ?” Ia menjawab : “Wahai Rabb.. Engkau telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar.” Maka Allah berfirman : “Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini.” (HR Muslim).
6. Melakukan Kebaikan Setelah Berbuat Dosa
dengan dalil :
اتَّقِ اللَّه حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya : “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia.”
7. Memberi Salam Dan Berkata Baik
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
 إِنَّ مِنْ مُوْجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلَ السَّلاَمِ وَحُسْنَ الْكَلاَمِ
ِِArtinya : “Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik.”
8. Sabar Atas Musibah
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ إِنِّي إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدًا مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنًا فَحَمِدَنِي عَلَى مَا ابْتَلَيْتُهُ فَإِنَّهُ يَقُومُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مِنْ الْخَطَايَا
Artinya : “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman : “Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.”
9. Menjaga Sholat Lima Waktu Dan Jum’at Serta Puasa Romadhon
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
الصلوات الخَمْسُ وَ الجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَ رَمَضَان إِلَى رَمَضَان مُكَفِّرَاتُ مَا بَينَهُمَا إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
Artinya : “Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama dijauhi dosa besar.” (HR Muslim)
10. Adzan
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
إِنَّ الْمُؤَذِّنَ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ
Artinya : “Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya. (HR Ahmad)
11. Sholat Lima Waktu
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا
Artinya : “Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah kalian yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya?” Mereka menjawab : “Tidak tersisa sedikitpun kotorannya.” Beliau bersabda : “sholat lima waktu menjadi sebab Allah menghapus dosa-dosa.” (HR Al Bukhori).
12. Memperbanyak Sujud
dengan dalil sabda Rasululloh SAW :
عَلَيْكَ بَكَثْرَنِ السُّجُوْدِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَ حَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيْئَةً
Artinya : “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa).” (HR Muslim).
13. Sholat Malam
dengan dalil :
 عَلَيْكَ بِقِيَامِ اللَيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ لَكُم لإِلَى رَبِّكُمْ وَ مُكَفِّرَةٌ للسَّيْئَاتِ وَ مَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ
Artinya : “Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah kebiasaan orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa.”
14. Berjihad Di Jalan Allah
dengan dalil :
يُغْفَرُ للشَّهِيْدِ كُلَّ ذَنْبٍ إلاَّ الدَّيْن
Artinya : “Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang.” (HR Muslim)
15. Mengiringi Haji Dengan Umroh
dengan dalil :
 تَابِعُوْا بَيْنَ الحَجِّ وَ الْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةَ بَيْنَهُمَا تَنْفِيْ الْفَقْرَ وَ الذُّنُوْبِ كَمَا تَنْفِيْ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ
Artinya : “Iringilah antara haji dan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al-Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besai. (HR Ibnu Majah)
16. Shodaqah
dengan dalil :
إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:271)
Rasululloh SAW pun bersabda :
الصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ
Artinya : “Shodaqah itu menghapus dosa seperti air memadamkan api.”
17. Menegakkan Hukum Pidana 
dengan dalil :
 أَيُّمَا عَبْدٍ أَصَابَ شَيْئَاً مِمَّا نَهَى اللهُ عَنْهُ ثُمَّ أُقِيْمَ عَلَيْهِ حَدُّهُ كُفِّرَ عَنْهُ ذَلِكَ الذَّنْبُ
Artinya : “Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapuslah dosa tersebut.”

Tidak ada komentar: