Minggu, 13 Oktober 2013

Khutbah Idul Adha, WASPADAI HUTANG



الله أكبر ×9 . الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . الحمد لله الذي أنزل العيد من أكبر شعائر الإسلام . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له . إلهٌ اِبْتَلَى إبراهيمَ خليلَه . وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله . اللهم فصل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى إله وصحبه كما صليت وسلمت وباركت على سيدنا إبراهيم وعلى إله وسلم تسليما كثيرا .
أما بعد . فياأيهاالمسلمون والمسلمات رحمكم الله . أوصيكم ونفسي بتقوى الله وكونوا مع الصادقين . اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون .

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Kematian adalah merupakan sesuatu yang pasti akan kita alami meskipun kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Oleh karena itu, tidaklah penting bagi kita memikirkan kapan waktunya dan dimana kita akan mati. Tetapi yang terpenting bagi kita adalah memikirkan dalam keadaan bagaimana seharusnya kita mati, yakni dalam keadaan tunduk, taat dan berserah diri kepada Allah SWT. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim." (QS Ali Imran [3]:102).

Kematian seharusnya menjadi saat yang menyenangkan bagi orang yang mati, meskipun hal itu menjadi kesedihan yang amat dalam bagi orang yang ditinggalkannya. Namun, yang amat tragis lagi adalah bila kematian itu tidak hanya membuat sedih orang yang ditinggalkan, tapi yang matipun juga mengalami kesedihan yang amat dalam karena masih banyak hal-hal yang belum diselesaikannya semasa hidupnya.

Oleh karena itu, melalui khutbah ini akan kita bahas hal-hal yang harus segera kita lakukan sebelum kita mati, apalagi satu hal yang harus kita ingat selalu bahwa kematian itu bisa saja datang secara tiba-tiba.

Adapun hal-hal yang harus untuk kita pikirkan sebelum kita mati diantaranya adalah :

Membayar Hutang

Bagi seorang muslim, hutang merupakan sesuatu yang harus segera dibayar, ia tidak boleh menyepelekan hutang itu meskipun nilai atau jumlahnya kecil.

Bila seorang muslim memiliki perhatian yang besar dalam urusan membayar utang, maka ia bisa menjadi manusia yang terbaik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
 خَيْرُ النَّاسِ خَيْرُهُمْ قَضَاءً
Artinya : "Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang." (HR. Ibnu Majah).

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang memiliki harga diri, maka sedapat mungkin hutang itu tidak ia dilakukan, apalagi kalau ia tidak mampu membayarnya, kecuali kalau memang sangat darurat.
Oleh karena itu, seorang muslim haruslah berhati-hati dalam masalah hutang, sebab Rasulullah SAW bersabda :
ِايَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَاِنَّهُ هَمٌّ بِاللَّيْلِ وَمَذَلَّةٌ بِالنَّهَاِر
Artinya : "Berhati-hatilah dalam berhutang, sesungguhnya berhutang itu adalah kesedihan di malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari." (HR. Baihaki)

Apabila orang yang berhutang itu tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupannya di akhirat nanti, hal ini disebabkan karena hutang yang tidak dibayarnya itu, akan menggerogoti nilai kebaikan yang telah dilakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya. Rasulullah SAW bersabda :
اَلدَّيْنُ دَيْنَانِ فَمَنْ مَاتَ وَهُوَ يَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَأَنَا وَلِيُّهُ وَمَنْ مَاتَ وَلاَ يَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَذَلِكَ الَّذِىْ يُؤْخَذُ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ يَوْمَئِذٍ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ.
Artinya : "Hutang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan hutang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya. dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat untuk membayarnya, maka pembayarannya akan diambilkan dari kebaikannya, karena di waktu itu sudah tidak ada lagi emas dan perak." (HR. Thabrani).

Bahkan bila hutang tersebut memang sengaja tidak mau dilunasi, maka ia terancam tidak akan masuk surga, hal ini diterangkan dalam satu hadits :


عن محمد بن جَحْشٍ قال: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدًا حَيْثُ تُوْضَعُ الْجَنَائِزُ فَرَفَعَ رَأْسَهُ قِبَلَ السَّمَاءِ ثُمَّ حَفَضَ بَصَرَهُ فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ فَقاَلَ: سُبْحَان اللهِ, سُبْحَان اللهِ, مَاأَنْزَلَ مِنَ التَّشْدِيْدِ. قاَلَ: فَعَرَفْنَا وَسَكَتْنَا حَتَّى إِذَا كَانَ الْغَدُ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا التَّشْدِيْدُ الَّذِى نَزَلَ؟. قاَلَ: فِى الدَّيْنِ, وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ قُتِلَ رَجُلٌ فِى سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى دَيْنَهُ
Artinya : Muhammad bin jahsyin berkata ; "Rasulullah SAW pernah duduk di sekitar beberapa jenazah, lalu beliau mengangkat kepalanya ke arah langit kemudian menundukkan pandangannya, lalu beliau meletakkan tangannya ke keningnya seraya bersabda : Suhanallah, Subhanallah, betapa keras ancaman yang diturunkan. Muhammad bin jahsyin menuturkan, kami menyaksikan dan kami hanya diam hingga keesokan harinya, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, aku berkata : “Ya Rasulallah !! ancaman keras apa yang telah turun?”. Beliau menjawab : "Tentang hutang, demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, apabila seandainya seseorang itu gugur di jalan Allah, kemudian hidup lagi, lalu gugur lagi dan kemudian hidup lagi, lalu gugur lagi sedangkan ia dalam keadaan menanggung hutang, maka niscaya ia tidak akan masuk surga sehingga hutangnya dilunasi (HR. Nasa’i, Thabrani dan Hakim).







Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Dengan demikian, apabila seseorang yang sudah meninggal dunia itu berkemungkinan memiliki tanggungan hutang kepada orang lain dan keluarganya belum mengetahuinya, maka paling tidak harus ada sebuah pernyataan bahwa pihak keluarganya akan menanggung atau membayarkannya, sehingga dengan begitu orang yang meninggal dunia itu sudah tidak lagi memiliki tanggungan hutang.

didalam suatu hadits diceritakan :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ فَقَالَ: هَلْ تَرَكَ شَيْئًا؟ قَالُوْا: لاَ. قَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟. قَالُوْا: نَعَمْ, عَلَيْهِ دِيْنَارَانِ. قَالَ: صَلُّوْا عَلَى صَاجِبِكُمْ. قَالَ أَبُوْ قَتَادَةَ هُمَا عَلَيَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ
Artinya : "Suatu ketika ada jenazah didatangkan kepada Rasulullah SAW untuk beliau shalatkan, lalu beliau bertanya : “Apakah jenazah ini meninggalkan sesuatu?.” Para sahabat menjawab : “Tidak.” Lalu beliau bertanya lagi : “Apakah ia memiliki tanggungan hutang?.” Para sahabat menjawab : “Ya, dua dinar.” Lalu beliau berkata : “Kalau begitu, shalatkanlah jenazah teman kalian ini.” (Maksudnya beliau tidak mau menshalatkan jenazah yang masih punya hutang), Abu Qatadah r.a lantas berkata : “Saya yang akan menjamin hutang tersebut Ya Rasulallah.” Lalu beliaupun menshalatkannya." (HR. Bukhari, Ahmad, Nasai, Ibnu Hibban dan Ahmad).

Oleh karena itu, apabila kita memiliki hutang, maka hendaklah kita harus segera membayarnya dan apabila uangnya sudah ada tapi kita tidak segera membayarnya, maka hal itu termasuk sebuah kezhaliman. Rasulullah SAW bersabda :

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيْءٍ فَلْيَتْبَعْ
Artinya : "Penundaan pembayaran hutang bagi orang yang telah mampu membayarnya adalah kezhaliman. Dan apabila salah seorang dari kalian dialihkan (pembayaran hutangnya) kepada orang kaya, maka hendaklah ia menerima pengalihan itu." (HR. Bukhari).

Didalam hadits yang lain, Rasulullah SAW juga bersabda :
يُغْفَرُ لِلشَّهَيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلا الدَّيْنَ
Artinya : "Orang yang mati syahid akan diampuni segala dosanya, kecuali hutang." (HR. Muslim).

Dengan demikian, menjadi jelaslah bagi kita bahwa hutang kepada siapapun haruslah segera kita lunasi dan apabila sampai kematian menjemput namun hutang tersebut belum juga kita bayar, maka bersiap-siaplah menerima resiko pahala kita akan diambil oleh orang yang menghutangi. Dan apabila ternyata hal itu masih juga belum bisa menutupinya, maka bersiap-siaplah lagi menerima sangsi berupa kita akan menanggung dosa orang yang menghutangi. Wallahu a'lam bishshowab.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu' dan tadhorru'. Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga perjalanan hidup kita di dunia ini, senantiasa terhindar dari segala macam tanggungan-tanggungan, baik yang berhubungan dengan Allah SWT maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agamaNya dan selalu memberi kekuatan kepada kita semua untuk menggapai keridhoanNya. Amin Ya Rabbal Alamin.
جَعَلَنا اللهُ وإيّاكم من العائدين والفائزين . وأدْخَلَنا وإيّاكم في زمرة عباده الصالحين .
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .
بارك الله لي ولكم في القران العظيم . ونفعني وإيّاكم بما فيه من الأيات والذِكر الحكيم . وتقبل مني ومنكم تلاوتَه إنه هو السميع العليم . أقول قولي هذا . وأستغفر الله العظيم لي ولكم. ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه إنه هو الغفور الرّحيم .

Khutbah Kedua
ألله أكبر ×7 . ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا .
لا إله الا الله والله أكبر . ألله أكبر ولله الحمد .
الحمد لله الذي جَعَلَ الْأعْيَادَ بِالْأفْراحِ والسُّرُورِ . وضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ اْلأُجُوْرِ . وكَمَّلَ الضِّيَافَةَ فِي يَوْمِ الْعَيْدِ لِعُمُوْمِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِسَعْيِهِمُ الْمَشْكُوْرِ .
أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الْعَفُوُّ الْغَفُوْرُ . وأشهد أنّ سيَّدَنا ومولانا محمّدًا عبدُه ورسولُه , الذي نَالَ مِنْ رَبِّهِ مَا لَمْ يَنَلْهُ مُقَرَّبٌ ولا رسولٌ مُطَهَّرٌ مَبْرُوْرٌ . اللهم صلِّ وَسَلِّمْ على سَيِّدِنا محمدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى ألِهِ وأصحابِه الذين كانوا يَرْجُوْنَ تِجارةً لَنْ تبورَ . وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أما بعد . فياأيهاالمسلمون والمسلمات رحمكم الله . اتّقُّوا اللهَ ... واعْلَمُوا أنَّ يومَكم هذا يومٌ عظيمٌ . يتجلَّى اللهُ فيه على عبادِه مِنْ كلِّ مُقيمٍ ومُسافِرٍ . فَيُبَاهِيْ لَكُمْ ملائكتَه وأنتم مُكَبِّرُوْنَ فيه إظهارًا لِشعائِرِه في كل مكانٍ طاهرٍ . فقال الله تعالى ولم يزَلْ قائلا عليما. إن الله وملائكته يصلُّون على النّبيّ ياأيّهاالذين أمنوا صلُّوا عليه وسلِّموا تسليمًا. اللّهمّ صلِّ وسلِّمْ على سيِّدِنا محمدٍ وعلى أله وصحبه والتّابعين . وارْضَ عنهم برحمتك ياأرحم الراحمين . اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات.
اللهم ادْفَعْ عنّا البلاءَ والغلاءَ والوباءَ والفحشاءَ والمنكرَ والسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ والشَّدائدَ والْمِحَنَ ما ظهر منها وما بطن عن بلدِنا هذا خاصةً ومِنْ سائرِ بُلْدَانِ المسلمين عامةً . إنّك على كل شيئٍ قديرٌ . ربَّنا اغْفِر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعلْ في قلوبنا غِلًّا للذين أمنوا ربَّنا إنك رَؤُوْفٌ رحيمٌ .
عباد الله ... إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعظكم لعلكم تذكرون. اُذْكُرُوا اللهَ العظيمَ يَذْكُرْكُمْ. واسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ. ولَذِكْرُ اللهِ أكبرُ.

Tidak ada komentar: