الله
أكبر ×9 . الله أكبر
كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . الحمد لله الذي أنزل العيد من
أكبر شعائر الإسلام . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له . إلهٌ اِبْتَلَى
إبراهيمَ خليلَه . وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله . اللهم فصل وسلم وبارك
على سيدنا محمد وعلى إله وصحبه كما صليت وسلمت وباركت على سيدنا إبراهيم وعلى إله
وسلم تسليما كثيرا .
أما
بعد . فياأيهاالمسلمون والمسلمات رحمكم الله . أوصيكم ونفسي بتقوى الله وكونوا مع
الصادقين . اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون .
Allahu Akbar, Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang
Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Kematian adalah merupakan sesuatu yang
pasti akan kita alami meskipun kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Oleh
karena itu, tidaklah penting bagi kita memikirkan kapan waktunya dan dimana
kita akan mati. Tetapi yang terpenting bagi kita adalah memikirkan dalam
keadaan bagaimana seharusnya kita mati, yakni dalam keadaan tunduk, taat dan
berserah diri kepada Allah SWT. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya : "Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim." (QS Ali
Imran [3]:102).
Kematian seharusnya menjadi saat yang
menyenangkan bagi orang yang mati, meskipun hal itu menjadi kesedihan yang amat
dalam bagi orang yang ditinggalkannya. Namun, yang amat tragis lagi adalah bila
kematian itu tidak hanya membuat sedih orang yang ditinggalkan, tapi yang matipun
juga mengalami kesedihan yang amat dalam karena masih banyak hal-hal yang belum
diselesaikannya semasa hidupnya.
Oleh karena itu, melalui khutbah ini
akan kita bahas hal-hal yang harus segera kita lakukan sebelum kita mati, apalagi
satu hal yang harus kita ingat selalu bahwa kematian itu bisa saja datang
secara tiba-tiba.
Adapun hal-hal yang harus untuk kita
pikirkan sebelum kita mati diantaranya adalah :
Membayar Hutang
Bagi seorang muslim, hutang merupakan
sesuatu yang harus segera dibayar, ia tidak boleh menyepelekan hutang itu
meskipun nilai atau jumlahnya kecil.
Bila seorang muslim memiliki perhatian
yang besar dalam urusan membayar utang, maka ia bisa menjadi manusia yang
terbaik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
خَيْرُ النَّاسِ
خَيْرُهُمْ قَضَاءً
Artinya : "Sebaik-baik orang
adalah yang paling baik dalam membayar hutang." (HR. Ibnu Majah).
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim
yang memiliki harga diri, maka sedapat mungkin hutang itu tidak ia dilakukan,
apalagi kalau ia tidak mampu membayarnya, kecuali kalau memang sangat darurat.
Oleh karena itu, seorang muslim
haruslah berhati-hati dalam masalah hutang, sebab Rasulullah SAW bersabda :
ِايَّاكُمْ
وَالدَّيْنَ فَاِنَّهُ هَمٌّ بِاللَّيْلِ وَمَذَلَّةٌ بِالنَّهَاِر
Artinya : "Berhati-hatilah dalam
berhutang, sesungguhnya berhutang itu adalah kesedihan di malam hari dan
kerendahan diri (kehinaan) di siang hari." (HR. Baihaki)
Apabila orang yang berhutang itu tidak
mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi
dalam kehidupannya di akhirat nanti, hal ini disebabkan karena hutang yang
tidak dibayarnya itu, akan menggerogoti nilai kebaikan yang telah dilakukannya
di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya.
Rasulullah SAW bersabda :
اَلدَّيْنُ
دَيْنَانِ فَمَنْ مَاتَ وَهُوَ يَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَأَنَا وَلِيُّهُ وَمَنْ مَاتَ
وَلاَ يَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَذَلِكَ الَّذِىْ يُؤْخَذُ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ
يَوْمَئِذٍ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ.
Artinya : "Hutang itu ada dua
macam, barangsiapa yang mati meninggalkan hutang, sedangkan ia berniat akan
membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya. dan barangsiapa yang mati,
sedangkan ia tidak berniat untuk membayarnya, maka pembayarannya akan
diambilkan dari kebaikannya, karena di waktu itu sudah tidak ada lagi emas dan
perak." (HR. Thabrani).
Bahkan bila hutang tersebut memang
sengaja tidak mau dilunasi, maka ia terancam tidak akan masuk surga, hal ini
diterangkan dalam satu hadits :
عن محمد بن جَحْشٍ
قال: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدًا حَيْثُ
تُوْضَعُ الْجَنَائِزُ فَرَفَعَ رَأْسَهُ قِبَلَ السَّمَاءِ ثُمَّ حَفَضَ بَصَرَهُ
فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ فَقاَلَ: سُبْحَان اللهِ, سُبْحَان اللهِ,
مَاأَنْزَلَ مِنَ التَّشْدِيْدِ. قاَلَ: فَعَرَفْنَا وَسَكَتْنَا حَتَّى إِذَا
كَانَ الْغَدُ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ:
يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا التَّشْدِيْدُ الَّذِى نَزَلَ؟. قاَلَ: فِى الدَّيْنِ,
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ قُتِلَ رَجُلٌ فِى سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ عَاشَ
ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
حَتَّى يُقْضَى دَيْنَهُ
Artinya : Muhammad bin jahsyin berkata
; "Rasulullah SAW pernah duduk di sekitar beberapa jenazah, lalu beliau mengangkat
kepalanya ke arah langit kemudian menundukkan pandangannya, lalu beliau
meletakkan tangannya ke keningnya seraya bersabda : Suhanallah, Subhanallah,
betapa keras ancaman yang diturunkan. Muhammad bin jahsyin menuturkan, kami
menyaksikan dan kami hanya diam hingga keesokan harinya, aku bertanya kepada
Rasulullah SAW, aku berkata : “Ya Rasulallah !! ancaman keras apa yang telah
turun?”. Beliau menjawab : "Tentang hutang, demi Dzat yang jiwaku berada
di dalam genggaman-Nya, apabila seandainya seseorang itu gugur di jalan Allah,
kemudian hidup lagi, lalu gugur lagi dan kemudian hidup lagi, lalu gugur lagi
sedangkan ia dalam keadaan menanggung hutang, maka niscaya ia tidak akan masuk
surga sehingga hutangnya dilunasi (HR. Nasa’i, Thabrani dan Hakim).
Allahu Akbar, Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang
Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Dengan demikian, apabila seseorang yang
sudah meninggal dunia itu berkemungkinan memiliki tanggungan hutang kepada
orang lain dan keluarganya belum mengetahuinya, maka paling tidak harus ada
sebuah pernyataan bahwa pihak keluarganya akan menanggung atau membayarkannya,
sehingga dengan begitu orang yang meninggal dunia itu sudah tidak lagi memiliki
tanggungan hutang.
didalam suatu hadits diceritakan :
أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ فَقَالَ: هَلْ
تَرَكَ شَيْئًا؟ قَالُوْا: لاَ. قَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟. قَالُوْا:
نَعَمْ, عَلَيْهِ دِيْنَارَانِ. قَالَ: صَلُّوْا عَلَى صَاجِبِكُمْ. قَالَ أَبُوْ
قَتَادَةَ هُمَا عَلَيَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ
Artinya : "Suatu ketika ada
jenazah didatangkan kepada Rasulullah SAW untuk beliau shalatkan, lalu beliau
bertanya : “Apakah jenazah ini meninggalkan sesuatu?.” Para
sahabat menjawab : “Tidak.” Lalu beliau bertanya lagi : “Apakah ia memiliki
tanggungan hutang?.” Para sahabat menjawab :
“Ya, dua dinar.” Lalu beliau berkata : “Kalau begitu, shalatkanlah jenazah
teman kalian ini.” (Maksudnya beliau tidak mau menshalatkan jenazah yang masih
punya hutang), Abu Qatadah r.a lantas berkata : “Saya yang akan menjamin hutang
tersebut Ya Rasulallah.” Lalu beliaupun menshalatkannya." (HR. Bukhari,
Ahmad, Nasai, Ibnu Hibban dan Ahmad).
Oleh karena itu, apabila kita memiliki
hutang, maka hendaklah kita harus segera membayarnya dan apabila uangnya sudah
ada tapi kita tidak segera membayarnya, maka hal itu termasuk sebuah
kezhaliman. Rasulullah SAW bersabda :
مَطْلُ
الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيْءٍ فَلْيَتْبَعْ
Artinya : "Penundaan pembayaran
hutang bagi orang yang telah mampu membayarnya adalah kezhaliman. Dan apabila
salah seorang dari kalian dialihkan (pembayaran hutangnya) kepada orang kaya,
maka hendaklah ia menerima pengalihan itu." (HR. Bukhari).
Didalam hadits yang lain, Rasulullah
SAW juga bersabda :
يُغْفَرُ
لِلشَّهَيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلا الدَّيْنَ
Artinya : "Orang yang mati syahid
akan diampuni segala dosanya, kecuali hutang." (HR. Muslim).
Dengan demikian, menjadi jelaslah bagi
kita bahwa hutang kepada siapapun haruslah segera kita lunasi dan apabila
sampai kematian menjemput namun hutang tersebut belum juga kita bayar, maka
bersiap-siaplah menerima resiko pahala kita akan diambil oleh orang yang
menghutangi. Dan apabila ternyata hal itu masih juga belum bisa menutupinya,
maka bersiap-siaplah lagi menerima sangsi berupa kita akan menanggung dosa
orang yang menghutangi. Wallahu a'lam bishshowab.
Allahu Akbar, Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Kaum Muslimin Sidang
Idul Adha yang Dimuliakan Allah.
Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu'
dan tadhorru'. Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga perjalanan hidup kita di
dunia ini, senantiasa terhindar dari segala macam tanggungan-tanggungan, baik
yang berhubungan dengan Allah SWT maupun yang berhubungan dengan sesama
manusia. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita
dalam kebenaran agamaNya dan selalu memberi kekuatan kepada kita semua untuk
menggapai keridhoanNya. Amin Ya Rabbal Alamin.
جَعَلَنا
اللهُ وإيّاكم من العائدين والفائزين . وأدْخَلَنا وإيّاكم في زمرة عباده الصالحين
.
أعوذ
بالله من الشيطان الرجيم . إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .
بارك
الله لي ولكم في القران العظيم . ونفعني وإيّاكم بما فيه من الأيات والذِكر الحكيم
. وتقبل مني ومنكم تلاوتَه إنه هو السميع العليم . أقول قولي هذا . وأستغفر الله
العظيم لي ولكم. ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه إنه هو
الغفور الرّحيم .
Khutbah Kedua
ألله
أكبر ×7 . ألله أكبر
كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا .
لا
إله الا الله والله أكبر . ألله أكبر ولله الحمد .
الحمد
لله الذي جَعَلَ الْأعْيَادَ بِالْأفْراحِ والسُّرُورِ . وضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ
جَزِيْلَ اْلأُجُوْرِ . وكَمَّلَ الضِّيَافَةَ فِي يَوْمِ الْعَيْدِ لِعُمُوْمِ الْمُؤْمِنِيْنَ
بِسَعْيِهِمُ الْمَشْكُوْرِ .
أشهد
ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الْعَفُوُّ الْغَفُوْرُ . وأشهد أنّ سيَّدَنا
ومولانا محمّدًا عبدُه ورسولُه , الذي نَالَ مِنْ رَبِّهِ مَا لَمْ يَنَلْهُ
مُقَرَّبٌ ولا رسولٌ مُطَهَّرٌ مَبْرُوْرٌ . اللهم صلِّ وَسَلِّمْ على سَيِّدِنا
محمدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى ألِهِ وأصحابِه الذين كانوا يَرْجُوْنَ
تِجارةً لَنْ تبورَ . وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أما
بعد . فياأيهاالمسلمون والمسلمات رحمكم الله . اتّقُّوا اللهَ ... واعْلَمُوا أنَّ
يومَكم هذا يومٌ عظيمٌ . يتجلَّى اللهُ فيه على عبادِه مِنْ كلِّ مُقيمٍ ومُسافِرٍ
. فَيُبَاهِيْ لَكُمْ ملائكتَه وأنتم مُكَبِّرُوْنَ فيه إظهارًا لِشعائِرِه في كل
مكانٍ طاهرٍ . فقال الله تعالى ولم يزَلْ قائلا عليما. إن الله وملائكته يصلُّون
على النّبيّ ياأيّهاالذين أمنوا صلُّوا عليه وسلِّموا تسليمًا. اللّهمّ صلِّ
وسلِّمْ على سيِّدِنا محمدٍ وعلى أله وصحبه والتّابعين . وارْضَ عنهم برحمتك
ياأرحم الراحمين . اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء
منهم والأموات.
اللهم
ادْفَعْ عنّا البلاءَ والغلاءَ والوباءَ والفحشاءَ والمنكرَ والسُّيُوْفَ
الْمُخْتَلِفَةَ والشَّدائدَ والْمِحَنَ ما ظهر منها وما بطن عن بلدِنا هذا خاصةً
ومِنْ سائرِ بُلْدَانِ المسلمين عامةً . إنّك على كل شيئٍ قديرٌ . ربَّنا اغْفِر
لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعلْ في قلوبنا غِلًّا للذين أمنوا
ربَّنا إنك رَؤُوْفٌ رحيمٌ .
عباد
الله ... إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر
والبغي, يعظكم لعلكم تذكرون. اُذْكُرُوا اللهَ العظيمَ يَذْكُرْكُمْ. واسْئَلُوْهُ
مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ. ولَذِكْرُ اللهِ أكبرُ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar