Minggu, 13 Oktober 2013

Khutbah Jum'at, PANJANG ANGAN-ANGAN



الحمد لله . الحمد لله القويِّ سُلطانُه . الواضح برهانُه . المبسوطِ في الوجودِ كَرَمُهُ وإحسانُه . أشهد ان لا اله الا الله . الذي خلق الخلق لحكمة . وطَوَى عليه عِلْمَه . وأشهد أن سيدنا محمدا عبدُه ورسولُه . العبدُ الصادقُ في قولِه وفِعْلِه . اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وبارِكْ على سيّدنا ومولانا محمدٍ . الذي أُرْسِلَ للعالمين بشيرًا ونذيرًا . وفي ظُلْمَةِ الْجَهْلِ للمُسْتَبْصِرِيْنَ سِراجًا وقمرًا منيرًا .
أما بعد , فياأيهاالمسلمون رحمكم الله ... اتقوا الله حق تقاته ولا تموتنَّ الا وانتم مسلمون . قال الله تعالى في كتابه العظيم : وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

KAUM MUSLIMIN SIDANG JUM'AT RAHIMAKUMULLAH
Al-Imam Quthub Irsyad Wa Ghautsul 'Ibadi Walbilad Sayyidunal Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad mengatakan, bahwa Diantara penyebab kenapa seorang hamba berani melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah, salah satunya adalah karena terlalu panjang angan-angan kosong.

Adapun berpanjang angan-angan kosong itu, sungguh merupakan sifat yang sangat tercela, bahkan merupakan penyebab hancurnya kehidupan akhirat, dan menjadi pendorong utama ke arah cinta yang berlebihan pada kehidupan dunia. Rasulullah SAW bersabda :
يَنْجُوْ اولُ هذه الأمةِ بالزُهْدِ وقَصْرِ الأمَلِ ويَهْلِكُ أخِرُها بالحِرْصِ على الدُنيا وطُوْلِ الأمَلِ


"Orang-orang terdahulu dari umat ini bisa selamat, adalah karena zuhud dan berpendek angan-angan. Sedangkan orang-orang yang belakangan dari mereka akan binasa, karena kecintaan yang berlebihan pada dunia dan berpanjang angan-angan."

Didalam hadits yang lain Beliau juga bersabda :
مِنَ الشَقَاءِ أربعٌ : جمودُ العينِ وقسوةُ القَلْبِ والحِرْصُ وطولُ الأملِ
"Empat hal merupakan sumber kesengsaraan : 1.Kebekuan mata, 2.Kekerasan hati, 3.Kecintaan pada dunia, 4.berpanjang angan-angan."

KAUM MUSLIMIN SIDANG JUM'AT RAHIMAKUMULLAH
Diantara doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah :
أعوذُ بك مِنْ كُلِّ أمَلٍ يُلْهِيني
"Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari segala angan-angan yang melalaikanku."

Sayyiduna Ali bin Abi Tholib K.W. pernah berkata : "Adapun yang paling aku takutkan menimpa kalian, adalah menuruti hawa nafsu dan berpanjang angan-angan. Karena menuruti hawa nafsu itu akan memalingkan orang dari kebenaran, dan berpanjang angan-angan itu akan melupakan orang kepada kehidupan akhirat."

Sebahagian 'Ulama juga ada yang menyatakan :
مَنْ طَالَ أمَلُهُ سَاءَ عَمَلُهُ
"Barang siapa yang panjang angan-angannya, maka akan buruklah amalnya."



KAUM MUSLIMIN SIDANG JUM'AT RAHIMAKUMULLAH
Adapun yang dimaksud dengan berpanjang angan-angan itu adalah perasaan seseorang bahwa hidupnya di dunia ini masih akan berlangsung lama sekali. Ini menunjukkan betapa bodoh dan dungunya orang seperti itu. Sebabnya adalah bahwa ia telah mengabaikan sesuatu yang sudah pasti, dan justru ia malah berpegang erat dengan sesuatu yang hanya berupa angan-angan kosong belaka.

Seandainya pada sore hari ditanyakan kepadanya, "Apakah kamu yakin akan masih hidup sampai esok pagi ?." atau pada pagi hari, "Apakah kamu yakin akan masih hidup sampai sore nanti ?." tentu jawabnya adalah, "Tidak !!"

Tapi dalam kenyataannya, ia malah bekerja membanting tulang dan memeras tenaga secara berlebihan demi meraih kemewahan hidup dunianya, seolah-olah ia tidak akan mengalami kematian.

Berpanjang angan-angan adalah pangkal dari keburukan akhlak dan merupakan penghalang bagi seseorang dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT, dan jusrtu berpanjang angan-angan itu akan mendorongnya terperosok kedalam jurang kedurhakaan. Seperti kecintaan yang berlebihan pada dunia, kebakhilan dan ketakutan yang sangat pada kemiskinan.

Disamping itu, berpanjang angan-angan akan mendorong seseorang untuk selalu menunda-nunda perbuatan baik, sehingga bisa dikatakan bahwa sikap seperti itu hanyalah menimbulkan kemandulan, tanpa dapat menghasilkan kebaikan apapun.



Diriwayatkan, bahwa kebanyakan ratapan dan raungan para penghuni neraka adalah berasal dari penyakit menunda-nunda. Dan memang begitulah, seseorang yang selalu menunda-nunda, akan merasa sangat berat untuk mengerjakan ketaatan, disamping itu juga ia akan gemar menunda taubatnya dari perbuatan-perbuatan durhaka, hal yang demikian itu akan terus berlanjut sehingga maut datang secara tiba-tiba merenggut nyawanya. Dan disaat-saat seperti itulah ia baru akan menyesal dan berdoa sebagaimana yang telah diceritakan  oleh Allah SWT didalam Al-Qur'an surat Al-Munafiqun ayat 10-11 :
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan usiaku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan termasuk golongan orang-orang yang saleh ?."

Disaat itu akan dikatakanlah kepadanya :
وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya."
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun." (QS Al-Fathir / 35 : 37)



Demikianlah ia keluar dari dunia ini, dengan kerugian yang tiada akhirnya, dan penyesalan yang tiada habisnya.

Oleh sebab itu wahai saudaraku sekalian, marilah kita pendekkan angan-angan kita. Marilah kita tempatkan ajal kita, selalu dihadapan mata kita, seraya meninggalkan angan-angan kita jauh di belakang. Dan marilah bersama-sama kita memohon pertolongan Allah SWT dengan sering-sering mengingat maut, sang penghancur kelezatan dan pemisah keluarga yang sebelumnya bersatu. Marilah kita mengingat kerabat-kerabat kita dan orang-orang yang dahulu kita kenal, yang semuanya kini telah tiada. Marilah kita berfikir tentang dekatnya kematian, karena ia adalah sesuatu yang ghoib, namun ia juga adalah sesuatu yang terdekat diantara yang kita tunggu kedatangannya. Oleh karena itu, marilah kita selalu mempersiapkan diri dengan perasaan harap-harap cemas untuk menyongsong kedatangannya. Sedangkan Rasulullah saja pernah menyatakan :
والذي نفسي بيده , ما رَفَعْتُ طَرْفِي فَظَنَنْتُ أنّي أَخْفِضُهُ حَتَّى أُقْبَضَ , وَلا أكَلْتُ لُقْمَةً فَظَنَنْتُ أنّي أُسِيْغُهَا حَتَّى أَغُصَّ بِهَا مِنَ الْمَوْتِ
"Demi Allah yang diriku berada didalam kekuasaan-Nya, tidaklah aku mengangkat mataku ke atas, sementara aku mengira masih berkesempatan untuk mengedipkannya ke bawah karena terhalang oleh kematian yang merenggut nyawaku. Dan tidaklah aku memakan sesuap makanan, sementara aku mengira masih berkesempatan untuk menelannya karena tersekat dalam kerongkonganku."

Pernah satu ketika Rasulullah SAW menepukkan tangannya kedinding untuk bertayammum, lalu dikatakan kepada Beliau bahwa ada air tak jauh dari tempat itu. Namun Beliau menjawab : "Aku tidak tahu, apakah masih sempat untuk mencapainya."

Dalam sebuah sya'irnya, shohabat Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A mengatakan :
كُلُّ امْرِئٍ مُصْبِحٌ فِي أَهْلِهِ  *  وَالْمَوْتُ أَدْنَى مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ
"Setiap orang berpagi hari dengan keluarganya, Sedangkan kematian berada lebih dekat dari tali sendalnya."

Demikian pula Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghozali pernah berkata :
إعْلَمْ أنَّ الْمَوْتَ لا يَهْجُمُ في وقتٍ مخصوصٍ وحالٍ مخصوصٍ وسِنٍّ مخصوصٍ , ولا بُدَّ مِنْ هُجُوْمِهِ . فَالإسْتِعْدَادُ لَهُ أَوْلَى مِنَ الْإسْتِعْدَادِ لِلدُّنْيَا .
"Ketahuilah !! Sesungguhnya kematian itu tidaklah datang hanya pada waktu tertentu, atau keadaan tertentu, atau usia tertentu saja. Yang jelas, ia pasti akan datang. Oleh karena itu, melakukan persiapan untuknya lebih utama dari pada melakukan persiapan untuk dunia."

KAUM MUSLIMIN SIDANG JUM'AT RAHIMAKUMULLAH
Demikianlah khutbah singkat ini, mudah-mudahan ada manfaatnya. Samoga Allah SWT tidak memasukkan diri kita kedalam golongan orang-orang yang berpanjang angan-angan. Amien Ya Rabbal 'Alamien.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
بارك الله لي ولكم في القران العظيم. ونفعني واياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. أقول قولي هذا. وأستغفر الله العظيم لي ولكم. ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه انه هوالغفور الرحيم.
الحمد لله حمدًا كثيرًا كما أمَرْ . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له إرغامًا لمن جَحَدَ به وكَفَرْ . وأشهد أنّ سيّدنا محمّدًا عبدُه ورسولُه سيّدُ الخَلائقِ والبَشَرْ . صَلَّى اللهُ على سيّدِنا محمدٍ وعلى الهِ وأصحابهِ وَسَلَّمَ تسليمًا كثيرًا .
أمَّا بعدُ . فياأيهاالمسلمون رحمكم الله . اتّقوا اللهَ وَافْعَلُوا الخيراتِ واجْتَنِبُوا السَّيِّئَاتِ . إن الله وملائكته يُصَلُّوْنَ على النبي ياأيهاالذين أمنوا صلُّوا عليه وسَلِّمُوْا تسليمًا . فأَجِيْبُوا اللهَ عبادَ اللهِ الى ما دَعَاكُمْ . وصَلُّوا وسَلِّمُوا على مَنْ به اللهُ هَدَاكُمْ .
اللهم صَلِّ وسَلِّمْ وبارِكْ على سيّدِنا محمّدٍ وعلى آلِه وصحبِه أجمعين . وعلى التابعين وتابعِ التابعين لهم بإحسانٍ الى يومِ الدينِ . وارْضَ عَنَّا معهم برحمتِك  يا أرحم الراحمين.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات. يا قاضيَ الحاجاتِ ويا كافيَ الْمُهمّات برحمتك يا أرحم الراحمين. ربنا افْتَحْ بيننا وبين قومِنا بالحقّ وأنت خيرالفاتحين. ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله.. إن الله يأمر بالعدل والإحسان. وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يَعِظُكُمْ لعلّكم تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العظيمَ يَذْكُرْكُمْ. واشْكُرُوْهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. واسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أكبرُ.


Tidak ada komentar: