Senin, 14 Oktober 2013

Khutbah Jum'at, MEMILIH TEMAN



KAUM MUSLIMIN SIDANG JUMAT RAHIMAKUMULLAH
Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad berkata: "Jika engkau ingin memilih seorang manusia guna kebutuhan dirimu, maka ujilah ia dengan perkara yang dengannya ia layak".
Sebelum menjatuhkan pilihan pada seseorang untuk diangkat sebagai pegawai, pembantu, kawan atau juru masak sekalipun. Maka seyogyanya kita melakukan ujian terlebih dahulu. Demikian pula halnya didalam memilih sahabat, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam hal ini. Teman yang baik adalah yang bisa memberi manfaat dan bukan sekedar menjadi benalu.

Imam Al-Ghozali menyebutkan lima syarat layak tidaknya seseorang diangkat sebagai teman:

Petama: Uji Akalnya. Mengapa ?  karena akal adalah modal utama untuk meraih keberuntungan. Sebaliknya, kebodohan adalah sebuah kerugian. Seseorang yang berusaha mengemudikan kendaraan tanpa memiliki kecakapan, maka akan membahayakan dirinya, atau bahkan bisa melukai orang lain. Seorang pembantu yang tidak pintar, akan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan bayi majikannya. Oleh karena itu, Imam Ali bin Abi Tholib r.a mengatakan:
ولا تصحب أخا الجهل واياك واياه   #   فكم من جاهل اردى حليما حين أخاه
Janganlah kamu berteman dengan orang yang bodoh karena banyak orang yang pandai, jatuh karana orang yang bodoh.

Kedua: Uji Budi Pekertinya. Betapa Banyak orang yang cerdas secara intelektual, tapi tidak dalam keperibadian. Banyak orang yang pandai secara akademis,  namun tidak didalam budi pekerti. Allah memuji Rasulullah SAW karena budi pekerti beliau yang sangat mulia. Budi pekerti yang luhur, adalah ibarat parfum yang berbau harum. Semakin wangi, semakin tinggi pula nilainya.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung".

Ketiga: Ujilah Perbuatannya. Artinya jangan mencari kawan, pembantu, atau pegawai yang fasik, melanggar ajaran Allah. Carilah sosok yang taat pada Allah dan hindari orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Allah SWT berfirman:
فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
Artinya: Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

Allah juga mengingatkan kita di dalam Al-Qur'an:
فَلاَ يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى
Artinya: Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa".

Keempat: Uji Akidahnya. Islam yang dibawa ke Indonesia oleh wali songo mengikuti akidah ahli sunnah wal jama'ah. Oleh karena itu, perlu menjadi kewaspadaan kita didalam menjalin pergaulan dengan mereka yang berfaham lain. Kita mesti harus selalu berhati-hati agar virus berbahaya di sekitar kita tidak sampai mengganggu faham yang kita anut.

Yang Kelima: Ujilah Cintanya Pada Dunia. Jangan mencari teman yang terlalu cinta pada dunia, tamak dan serakah. Dua cirri khas orang yang tamak adalah enggan membantu orang lain yang berada dalam kesusahan dan selalu berusaha menambah kenikmatan duniawinya meski untuk itu harus menginjak hak dan martabat orang lain.
Orang tamak tak mau merugi, namun senantiasa mengail di air yang keruh dibalik keluh kesahnya. Orang yang seperti ini biasanya cenderung mengorbankan orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Habib Abdurrahman As-segaf mengajarkan sebuah prinsip: "Jika kamu menilai manusia seperti serigala, maka janganlah kamu menjadi domba untuk dimakan olehnya. Jika kamu melihat orang yang lugu, maka janganlah kamu memakannya.

Oleh karena itu, marilah menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Berguna untuk orang lain adalah prinsip hidup mulia yang dianjurkan oleh islam. Dengan memberi manfaat pada orang lain, berarti kitapun telah memberi manfaat untuk diri kita sendiri.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
بارك الله لي ولكم في القران العظيم. ونفعني واياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. أقول قولي هذا. وأستغفر الله العظيم لي ولكم. ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه انه هوالغفور الرحيم.

Tidak ada komentar: