KAUM
MUSLIMIN SIDANG JUMAT RAHIMAKUMULLAH
Al-Imam
Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad berkata: "Jika engkau
ingin memilih seorang manusia guna kebutuhan dirimu, maka ujilah ia dengan
perkara yang dengannya ia layak".
Sebelum
menjatuhkan pilihan pada seseorang untuk diangkat sebagai pegawai, pembantu,
kawan atau juru masak sekalipun. Maka seyogyanya kita melakukan ujian terlebih
dahulu. Demikian pula halnya didalam memilih sahabat, hendaknya kita selalu
berhati-hati dalam hal ini. Teman yang baik adalah yang bisa memberi manfaat
dan bukan sekedar menjadi benalu.
Imam
Al-Ghozali menyebutkan lima
syarat layak tidaknya seseorang diangkat sebagai teman:
Petama:
Uji Akalnya. Mengapa ? karena akal
adalah modal utama untuk meraih keberuntungan. Sebaliknya, kebodohan adalah
sebuah kerugian. Seseorang yang berusaha mengemudikan kendaraan tanpa memiliki
kecakapan, maka akan membahayakan dirinya, atau bahkan bisa melukai orang lain.
Seorang pembantu yang tidak pintar, akan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan
bayi majikannya. Oleh karena itu, Imam Ali bin Abi Tholib r.a mengatakan:
ولا تصحب أخا الجهل
واياك واياه # فكم من جاهل اردى حليما حين أخاه
Janganlah
kamu berteman dengan orang yang bodoh karena banyak orang yang pandai, jatuh
karana orang yang bodoh.
Kedua:
Uji Budi Pekertinya. Betapa Banyak orang yang cerdas secara intelektual, tapi
tidak dalam keperibadian. Banyak orang yang pandai secara akademis, namun tidak didalam budi pekerti. Allah
memuji Rasulullah SAW karena budi pekerti beliau yang sangat mulia. Budi
pekerti yang luhur, adalah ibarat parfum yang berbau harum. Semakin wangi,
semakin tinggi pula nilainya.
وَإِنَّكَ
لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya kamu
benar-benar berbudi pekerti yang agung".
Ketiga:
Ujilah Perbuatannya. Artinya jangan mencari kawan, pembantu, atau pegawai yang
fasik, melanggar ajaran Allah. Carilah sosok yang taat pada Allah dan hindari
orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Allah SWT berfirman:
فَأَعْرِضْ
عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا
Artinya:
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan
Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.
Allah
juga mengingatkan kita di dalam Al-Qur'an:
فَلاَ
يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى
Artinya:
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak
beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan
kamu jadi binasa".
Keempat:
Uji Akidahnya. Islam yang dibawa ke Indonesia oleh wali songo mengikuti
akidah ahli sunnah wal jama'ah. Oleh karena itu, perlu menjadi kewaspadaan kita
didalam menjalin pergaulan dengan mereka yang berfaham lain. Kita mesti harus
selalu berhati-hati agar virus berbahaya di sekitar kita tidak sampai
mengganggu faham yang kita anut.
Yang
Kelima: Ujilah Cintanya Pada Dunia. Jangan mencari teman yang terlalu cinta
pada dunia, tamak dan serakah. Dua cirri khas orang yang tamak adalah enggan
membantu orang lain yang berada dalam kesusahan dan selalu berusaha menambah
kenikmatan duniawinya meski untuk itu harus menginjak hak dan martabat orang
lain.
Orang
tamak tak mau merugi, namun senantiasa mengail di air yang keruh dibalik keluh
kesahnya. Orang yang seperti ini biasanya cenderung mengorbankan orang lain
untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Habib
Abdurrahman As-segaf mengajarkan sebuah prinsip: "Jika kamu menilai
manusia seperti serigala, maka janganlah kamu menjadi domba untuk dimakan
olehnya. Jika kamu melihat orang yang lugu, maka janganlah kamu memakannya.
Oleh
karena itu, marilah menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Berguna untuk orang
lain adalah prinsip hidup mulia yang dianjurkan oleh islam. Dengan memberi
manfaat pada orang lain, berarti kitapun telah memberi manfaat untuk diri kita
sendiri.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . وَإِنَّكَ
لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
بارك
الله لي ولكم في القران العظيم. ونفعني واياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم.
وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. أقول قولي هذا. وأستغفر الله العظيم
لي ولكم. ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه انه هوالغفور
الرحيم.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar