Kamis, 24 Oktober 2013

Nasehat, BENAR-BENAR GILA



BENAR-BENAR GILA

Pada suatu hari, Rasulullah SAW melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul. Beliau bertanya, "Karena apa kalian berkumpul di sini?" Para sahabat menjawab, "Ya Rasulullah, ini ada orang gila, sedang mengamuk. Karena itulah kami berkumpul di sini?" Beliau bersabda, "Orang ini bukan gila. la sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang benar-benar gila (Al-Majnun Haqqal Majnun)?” Para sahabat menjawab, "Tidak, ya Rasulullah" Beliau menjelaskan, "Orang gila yang sebenarnya ialah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang orang dengan pandangan yang merendahkan, yang membusungkan dada, berharap akan surga Tuhan sambil berbuat maksiat kepadanya, yang kejelekannya membuat orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia hanya sedang mendapat musibah saja."

Para sahabat menyebut majnun kepada orang yang perilakunya tidak normal (abnormal), sementara Nabi SAW Menyebut orang seperti itu dengan MUBTALA, orang yang mendapat musibah, atau orang sakit.

Nabi SAW menyuruh kita melihat orang seperti itu sebagai orang yang patut kita bantu. Ia bukan majnun, tetapi mubtala, Kita harus meringankan deritanya dan memberikanjalan keluar dari bala yang mengenainya. la bukanlah orang yang tertutup akalnya.

Orang yang kena bala harus didekati, tetapi orang gila harus dijauhi. Menurut Nabi SAW, ciri utama orang gila ialah takabbur. Ia merasa dirinya besar dan merendahkan orang lain. 

Rasulullah SAW berkata kepada Abu Dzarr, "Wahai Abu Dzarr, barang siapa mati dan didalam hatinya ada sebesar debu dari takabbur, maka ia tidak akan mencium bau surga, kecuali bila ia bertobat sebelum maut menjemputnya." Abu Dzarr berkata, "Ya Rasulullah, aku mudah terpesona dengan keindahan. Aku ingin gantungan cambukku indah dan pasangan sandalku juga indah. Yang demikian itu membuatku takut." Rasulullah SAW bertanya, "Bagaimana perasaan hatimu?" Abu Dzarr menjawab, "Aku dapatkan hatiku mengenal kebenaran dan tenteram di dalamnya." Rasulullah SAW berkata, "Yang demikian itu tidak termasuk takabbur. Takabbur itu ialah meninggalkan kebenaran dan kamu mengambil selain kebenaran. Kamu melihat kepada orang lain dengan pandangan bahwa kehormatannya tidak sama dengan kehormatanmu, darahnya tidak sama dengan darahmu."

Walhasil, Anda adalah orang yang takabbur kalau Anda tidak mau menerima kebenaran karena :

1. yang menyampaikan kebenaran itu rakyat kecil, orang miskin, bawahan, atau pegawai. Anda tidak mau mendengar nasihat dari anak atau istri Anda karena Anda menganggap mereka lebih rendah dari Anda. Anda tidak mau mendengar pembicaraan dari orang Islam yang pahamnya berbeda dengan Anda karena Anda menganggap mereka sesat dan Anda berada dijalan yang paling benar. Karena Anda mempunyai hubungan dekat dengan orang besar, Anda ingin diper-lakukan sebagai orang istimewa dan hukum apa pun tidak boleh berlaku untuk Anda.

2. Anda merasa lebih berilmu, Anda meremehkan orang yang Anda anggap bodoh. Anda kecam mereka. Anda tertawakan kejahilan mereka. Kalau ilmu Anda itu ilmu agama, Anda berikan gelar-gelar yang buruk kepada orang yang Anda pandang tidak sepaham dengan Anda. Anda khususkan surga untuk kelompok Anda dan neraka untuk kelompok lain. Anda sahkan semua ibadah Anda dan Anda batalkan ibadah yang lain.

3. Anda ahli ibadah, Anda merasa diri Anda yang paling shalih diantara seluruh makhluk di bumi ini. Anda sombong dengan shalat malam Anda. Anda bangga dengan bacaan Al-Quran Anda. Anda tinggi hati dengan haji dan umrah Anda. Kemudian, Anda merasa puas dengan ibadat Anda dan lupa dengan akhlak Anda di tengah-tengah masyarakat. Anda begitu puas dengan puasa Anda sehingga Anda lupa pada fakir miskin di sekitar Anda. Anda begitu senang dengan shalat Anda sehingga Anda lupa memperbaiki akhlak Anda.

4. Anda mempunyai kekayaan lebih dari kebanyakan orang, Anda busungkan dada Anda. Anda rendahkan orang-orang yang kurang kaya dibandingkan Anda. Anda ciptakan kelompok eksklusif. Anda singkirkan ke pinggir orang-orang yang lebih miskin dari Anda. Anda menganggap mereka tidak sederajat dan tidak sedarah dengan Anda.

5. Anda merasa berkuasa, Anda tidak segan-segan menggebuk orang yang tidak Anda sukai. Anda tidak meng-hiraukan penderitaan rakyat kecil yang Anda tindas dengan tak semena-mena. Anda menegakkan kekuasaan diatas keringat, air mata dan darah orang-orang yang tidak berdaya.

Kalimat-kalimat di atas dapat Anda gunakan untuk mendiagnosis apakah Anda memiliki penyakit takabbur. Satu saja diantara "gejala" itu Anda rasakan, maka berarti anda sudah menjadi orang yang benar-benar gila (Al-Majnun Haqqal Majnun).

Tidak ada komentar: